
MPM.OR.ID, CILACAP – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Cilacap melalui Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) terus mengintensifkan gerakan pertanian ramah lingkungan. Pada Ahad (10/5/2026), Dusun Rimpaknangsi, Desa Hanum, Kecamatan Dayeuhluhur menjadi saksi antusiasme puluhan warga dalam mengikuti pelatihan pembuatan pupuk dan pestisida organik.
Kegiatan ini merupakan langkah konkret Muhammadiyah dalam merespons tingginya biaya produksi pertanian serta ketergantungan petani pada input kimia. Tercatat, 50 peserta hadir memadati lokasi pelatihan untuk menyerap ilmu pertanian berkelanjutan melalui teknik pengolahan limbah rumah tangga.
Materi pelatihan yang disampaikan mencakup pembuatan pupuk organik fase vegetatif untuk pertumbuhan awal, fase generatif untuk pembuahan, hingga racikan pestisida nabati. Ketua sekaligus penggerak kegiatan, Achmad Riyanto, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan membangun kemandirian petani agar mampu menekan biaya produksi dan menciptakan sistem pertanian sehat.
“Bentuk keseriusan dalam mengintensifkan program pemberdayaan masyarakat, Pemdes Hanum juga telah menjadwalkan agenda lanjutan berupa pelatihan serupa yang akan kembali menghadirkan narasumber dan pendamping yang sama,” ucapnya.
Menyambung hal tersebut, Sekretaris MPM PDM Cilacap, Budhi Burhan Zain, mengonfirmasi bahwa agenda lanjutan direncanakan berlangsung pada Rabu, 15 Mei 2026 di Dusun Sukaharja.
“Langkah ini diharapkan mampu memperluas manfaat pelatihan sekaligus memperkuat gerakan pertanian organik berbasis masyarakat di wilayah Dayeuhluhur,” tutur Budhi.
Melalui JATAM, Muhammadiyah berkomitmen menghadirkan inovasi pertanian yang solutif dan berdampak nyata. Budhi menegaskan bahwa kehadiran JATAM bertujuan untuk memperkuat kemandirian petani, meningkatkan produktivitas, serta mendorong terwujudnya sistem pertanian yang sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Kini JATAM Cilacap telah bertransformasi menjadi komunitas pertanian terpadu yang diperhitungkan di tingkat nasional melalui inovasi teknologi tepat guna dan gerakan pemberdayaan berbasis dakwah. Seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar besar Muhammadiyah dalam mewujudkan masyarakat Islam yang berkemajuan, mandiri, dan berdaya saing. Komitmen tersebut menjadi landasan kuat dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat melalui pendampingan dan penguatan kapasitas petani secara konsisten di lapangan.