
MPM.OR.ID, YOGYAKARTA – Sambut libur akhir tahun di Yogyakarta, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah kumpulkan kelompok Paguyuban Abang Becak KH. Ahmad Dahlan (Pabelan).
Kegiatan tersebut dilakukan di gedung heritage Gedoeng Moehammadijah, Jl. KH. Ahmad Dahlan, Kota Yogyakarta pada Selasa (2/12) yang dihadiri Sekretaris MPM PP Muhammadiyah, Budi Nugroho.
Dinas Pariwisata DIY menyebutkan, pada libur Nataru diperkirakan Provinsi DIY akan kedatangan sebanyak 1,7 juta orang. Perkiraan tersebut naik dibandingkan tahun lalu yaitu 1,5 juta wisatawan yang datang ke DIY.
Merespon itu, Budi Nugroho berpesan kepada anggota Pabelan untuk mencerminkan wajah ramah dan adem bagi wisatawan yang akan menghabiskan libur Natal dan Tahun Baru di DIY.
Dia juga berpesan supaya anggota Pabelan transparan ketika mematok tarif bagi wisatawan yang berlibur. Momen libur Nataru jangan dijadikan aji mumpung, sebab akan berdampak buruk bagi citra Jogja, terlebih ke tukang becaknya.
“Silahkan nanti dirembuk untuk menentukan harga yang berkeadilan, artinya harga itu tidak merugikan wisatawan atau penumpang becak, juga tidak merugikan penyedia jasa,” pesan Budi ke anggota Pabelan.
Sementara itu, terkait dengan Becak Listrik (Betrik) yang dari MPM diharapkan bisa memberikan pelayanan prima untuk penumpang. Fasilitas entertain dan charging hp bisa diaktifkan untuk membuat nyaman para penumpang.
Budi juga mempersilahkan para anggota Pabelan yang menggunakan Betrik untuk menggunakan Charging Station di tempat parkir Gedoeng Moehammadijah – dekat SM Tower Malioboro untuk mengisi daya listrik Betrik masing-masing.
Sementara itu, Ketua Pabelan, Edy Rahayu menyampaikan terima kasih telah mendampingi kelompoknya. Dirinya menyadari di tengah persaingan jasa transportasi, pelayanan prima menjadi kunci untuk menarik pelanggan.