MPM Pusat Pertemukan Gagasan dan Fakta Lapangan Berdayakan Nelayan

MPM.OR.ID, YOGYAKARTA – Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Pusat (MPM PP) Muhammadiyah melalui divisi Pemberdayaan Nelayan dan Masyarakat Pesisir, mengadakan forum pertemuan bertajuk “Jalamu Menebar Ilmu” dengan mengangkat tema khusus “Dialog Nelayan: Dialektika PIT, PNBP dan Naturalisasi Kapal”.

Forum yang digelar secara daring tersebut dihadiri oleh Nurul Yamin selaku Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah, beserta para pakar terkait perikanan, kenelayanan dan masyarakat pesisir.

Ketua MPM PP Muhammadiyah, Nurul Yamin saat memberikan sambutan mengungkap bahwa usaha untuk menggelar dialog ini merupakan suatu implementasi program prioritas Muhammadiyah yang diusung saat Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Surakarta.

“Salah satu program prioritas Muhammadiyah pasca Muktamar 48 Surakarta adalah memperkuat gerakan di akar rumput dan kami di MPM mengidentifikasi salah satu akar rumput itu adalah nelayan,” jelas Yamin dalam acara yang digelar Rabu malam, (24/12) melalui kanal Youtube MPM PP Muhammadiyah.

Maka, dengan perhatian khusus mengenai berbagai isu masyarakat pesisir, MPM memiliki perhatian serius untuk berkontribusi bersama dengan komponen bangsa tentang bagaimana memajukan dan menyejahterakan para nelayan.

“Kami mencoba menemukan beragam pemikiran dan pandangan berkaitan dengan isu kenelayanan yang mana pada diskusi ini kita mengangkat terkait dengan Penangkapan Ikan Terukur (PIT), Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan naturalisasi tentang kapal asing yang mau tidak mau masih menjadi perbincangan di masyarakat kita,” ucapnya.

Yamin turut memberikan apresiasi kepada Divisi Pemberdayaan Nelayan dan Masyarakat Pesisir bersama dengan Jamaah Nelayan Muhammadiyah yang menginisiasi forum strategis ini. Melalui forum-forum strategis seperti ini, Yamin meyakini bahwa Muhammadiyah akan dapat menjaga konsistensi dan perannya dalam mengatasi beragam isu dan pandangan yang berkembang di dalam masyarakat.

“Inilah cara Muhammadiyah mengorkestrasikan beragam pandangan yang berkembang di dalam masyarakat menjadi sebuah puzzle yang dapat disusun melalui dialog diskusi yang mudah-mudahan ini akan dapat menemukan satu hal yang konstruktif dan lebih baik lagi,” tambah Yamien.

Share the Post: