
MPM.OR.ID, SURAKARTA – Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, M. Nurul Yamin dorong konsolidasi organisasi MPM wilayah untuk mewujudkan amanah Muktamar 48 di Surakarta.
Pesan itu disampaikan Yamin pada Sabtu (6/12) dalam Pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ke-2 MPM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah di Surakarta.
Yamin pada kesempatan itu menegaskan, konsolidasi MPM oleh wilayah ini khususnya untuk menjalankan salah satu dari delapan poin di Program Prioritas Muktamar 48, yakni memperkuat dan meningkatkan dakwah di akar rumput.
Program prioritas dakwah di akar rumput tersebut diidentifikasi oleh MPM salah satunya adalah sektor pertanian – sasaran dakwah adalah petani. Selain itu juga ada nelayan, serta kelompok rentan lain yang jadi prioritas MPM.
“Salah satu program strategisnya adalah bagaimana meningkatkan dan memperkuat akar rumput petani. Kita berharap petani jika dianalogikan sebagai akar rumput itu, rumputnya ada akarnya ada,” katanya.
Jika rumput nya ada tapi tidak ada akarnya, maka rumput itu mati. Maka dengan adanya akar tersebut, Yamin berharap rumput yang ada itu akan tumbuh. Tapi pada nyatanya, kerap kali ‘rumput’ itu tidak memiliki akar.
Setelah melakukan identifikasi, maka program MPM periode Muktamar 48 sampai 49 adalah untuk memperkuat basis kelompok tani. Program pemberdayaan kelompok tani tak hanya di sisi hulu, tapi juga tengah, sampai hilirnya.
Ketiga sisi yang disasar MPM tersebut, imbuhnya, dikarenakan persoalan yang dihadapi kelompok tani begitu kompleks. Persoalan dimulai dari sisi onfarm, pelembagaan, hingga serapan pasar produk pertanian.
“Di sinilah letak peran pentingnya berkolaborasi dan bersinergi dengan para pihak,” katanya.
Tak hanya konsolidasi organisasi, Yamin pada kesempatan ini juga mendorong konsolidasi Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) di setiap tingkat kepemimpinan. Konsolidasi ini diharapkan naikkan daya tawar kelompok tani sekaligus memperingan tantangan yang dihadapi.