
Dokumentasi: Media ICFA
Bali- Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Difabel Bejen salah satu dampingan dari Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah mengikuti Musyawarah Nasional (Munas) Indonesian Cage-Free Assosiation (ICFA) pada Sabtu (17/05), bertempat di Intercontinental Bali Sanur Resort.
JATAM Difabel Bejen merupakan salah satu peternak ayam petelur yang telah menjadi anggota dari ICFA. Keikutsertaan dalam kegiatan Munas ini menjadi salah satu langkah yang baik untuk menjalin silaturahmi dan berbagi pengalaman sesama anggota asosiasi, hal ini dituturkan oleh Eko Suwito, Ketua Jatam Difabel Bejen.
“Munas ini terlaksana dengan seru, saya senang bisa bertemu dengan rekan-rekan lainnya yang memiliki ketertarikan di peternakan ayam bebas sangkar. Kita bersama saling bertukar gagasan dan berbagi pengalaman. Ini penting bagi keberlangsungan JATAM Difabel Bejen kedepannya, dari forum ini banyak yang bisa diambil dan dikembangkan di peternakan,” ucapnya.
Penyelanggaraan Munas ini bermaksud untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman dalam proses produksi ayam petelur bebas sangkar.
Lebih lanjut, Eko mengatakan perhelatan ini menjadi ajang bagi anggota asosiasi saling memberi dukungan dan menyampaikan gagasan untuk langkah strategis terhadap perkembangan ayam petelur bebas sangkar di Indonesia.
“Salah satu keputusan yang kita sepakati adalah telur tidak bisa dipatok standardisasi harganya, tentu ini menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah di mana peternak berada,” pungkasnya.
Asosiasi Bebas Sangkar Indonesia/ICFA sebagai wadah bagi petani ayam petelur bebas sangkar yang didirikan pada 4 Mei 2024, memiliki dua tujuan utama.
Pertama, memberikan dukungan kepada peternak yang sudah menerapkan produksi ayam petelur bebas kandang. Lalu yang kedua, menyosialisasikan kepada khalayak tentang pentingnya mendukung peternak lokal dalam membudidayakan ayam petelur bebas sangkar.
Penulis: Framanahadi. Penyunting: Iqbal Khatami