JALAMU Bagian Dakwah Pencerahan Muhammadiyah yang Inklusif

MPM.OR.ID, YOGYAKARTA – Bidang Pemberdayaan Nelayan dan Masyarakat Pesisir menyelenggarakan Sosialisasi Jamaah Tani Muhammadiyah (JALAMU) pada Kamis (8/1) secara daring berpusat di Gedoeng Moehammadijah, Kota Yogyakarta.

Anggota Bidang Pemberdayaan Nelayan dan Masyarakat Pesisir MPM PP Muhammadiyah, Muhammad Prima Putra menjelaskan, JALAMU merupakan bagian dari dakwah pencerahan Muhammadiyah, dengan visi mewujudkan masyarakat pesisir mandiri, berdaulat pangan, dan berkelanjutan.

Melalui JALAMU, Prima berharap akan bisa menelurkan konsep Kampung Berkemajuan untuk meningkatkan kualitas hidup nelayan dan masyarakat pesisir. Kampung Berkemajuan ini berdiri di atas empat pilar yaitu sehat, produktif, berjemaah, dan inklusif.

Sedangkan untuk ranah gerak, JALAMU akan bergerak di empat ranah kerja yaitu ekonomi dengan pembentukan koperasi, lingkungan dengan rehabilitasi mangrove dan karang, edukasi dengan sekolah perempuan pesisir, serta teknologi yaitu penyediaan pelatihan alat tangkap ramah lingkungan dan pemasaran.

“Namun demikian, sepertinya kami di pusat tentunya tidak lebih banyak mengambil peran dari pada bapak – ibu di daerah, wilayah, cabang, maupun ranting. Sehingga kita harap ada diskusi lebih lanjut MPM wilayah, daerah bisa menjadi motor penggerak untuk memberdayakan nelayan dan pesisir di tempat masing-masing,” katanya.

Meski JALAMU akronim Jamaah Nelayan Muhammadiyah, namun untuk keanggotaan sifatnya inklusif. Selain nelayan dan masyarakat pesisir, Prima menegaskan, akademisi atau pakar, pedagang ikan, serta pemerhati lingkungan dapat bergabung menjadi anggota JALAMU.

Share the Post: