
MPM.OR.ID, CIREBON – Sahabat Migran Berkemajuan Muhammadiyah (SARANMU), di bawah naungan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah, resmi membuka Pelatihan Kewirausahaan bagi Keluarga Migran pada Kamis, (14/5/2026), di Saung SARANMU, Desa Muara, Cirebon. Pelatihan yang berfokus pada produksi olahan ikan ini merupakan langkah nyata MPM dalam memperkuat pilar ekonomi warga, yang menjadi fondasi awal dari tiga pilar Program Desa Migran Berkemajuan selain perlindungan hukum dan spiritualitas.
Koordinator program, Muhammad Fajrus Shodiq, menjelaskan bahwa pelatihan ini merespons potensi Desa Muara sebagai wilayah pesisir dengan komoditas ikan melimpah yang selama ini hanya dijual mentah tanpa nilai tambah.
“Harapannya kita bisa berdampak langsung ke masyarakat. Desa Muara ini desa pesisir yang didominasi pekerja migran dan punya banyak potensi ikan. Masyarakat di sini juga menginginkan adanya produk olahan ikan, agar tidak hanya dijual begitu saja, tapi bisa diolah menjadi produk yang punya nilai jual lebih tinggi,” ujarnya.
Selama dua hari, sekitar 30 peserta dari tiga kelompok masyarakat dibekali materi yang komprehensif. Hari pertama berfokus pada teknik pengolahan ikan berbasis standar keamanan pangan, sementara hari kedua membahas strategi pemasaran, penentuan harga, dan pemanfaatan jaringan distribusi lokal. Langkah ini diambil untuk mengembangkan produk lokal seperti keripik teri crispy yang sempat terdampak pandemi Covid-19 agar lebih berkelanjutan dan inovatif.
“Kita ingin ada varian baru. Ikan itu bisa diolah tidak hanya dalam satu wujud, tapi bisa dimultiproses lebih variatif, tentunya tanpa mengurangi kandungan gizinya,” jelasnya.
Untuk mencapai target tersebut, MPM menghadirkan praktisi UMKM berpengalaman guna mendampingi warga memproduksi olahan pangan yang sehat dan berdaya saing. Ke depan, produk unggulan dari Desa Muara ini ditargetkan menyasar lembaga pendidikan dan pondok pesantren di wilayah Suranenggala sebagai mitra distribusi awal.
“Harapannya desa ini punya banyak produk keunggulan dari olahan ikan. Minimal dalam waktu dekat bisa bekerja sama dengan pondok atau yayasan sekolah di sekitar sini sebagai penerima manfaat,” tambahnya.
MPM PP Muhammadiyah berkomitmen melakukan pendampingan intensif selama satu tahun ke depan guna memastikan keberlanjutan program.