
MPM.OR.ID, Cirebon- Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi merilis program Desa Migran Berkemajuan yang bertajuk “Kick Off Rintisan Program Pemberdayaan Desa Migran Berkemajuan melalui Kemandirian Ekonomi, Sosial-Keagamaan, dan Perlindungan Hukum Komunitas SaranMu (Sahabat Migran Berkemajuan)” bertempat di Aula Desa Muara, Cirebon, Jawa Barat, pada Minggu (23/11/2025).
SaranMu merupakan komunitas pemerhati sektor pekerja migran yang berada di bawah naungan Divisi Advokasi dan Jaringan Publik, MPM PP Muhammadiyah. Melalui program Desa Migran Berkemajuan, SaranMu menginisiasi pembentukan fasilitator dan anggota yang telah dibekali pelatihan khusus sebagai salah satu upaya memperpanjang dakwah jaringan akar rumput.
Dilatarbelakangi oleh maraknya isu pekerja migran yang kian hari kian mengkhawatirkan, SaranMu menilai bahwa diperlukan adanya langkah edukasi sebagai upaya mitigasi dampak negatif yang ditimbulkan dari kesalahan ekosistem pekerja migran ini, hal tersebut diungkapkan oleh Ahmad Ma’ruf selaku Wakil Ketua MPM PP Muhammadiyah dalam sambutannya.
“Pelaksanaan kegiatan ini didasari oleh keberpihakan Muhammadiyah terhadap masyarakat, salah satunya adalah isu pekerja migran yang butuh perhatian khusus. Belakangan marak sekali kasus-kasus TPPO yang berkedok agen pelatihan pekerja bagi para pekerja migran, maka dari itu Desa Muara dipilih berdasarkan asesmen yang telah dilakukan oleh rekan-rekan pengurus SaranMu MPM PP Muhammadiyah, Cirebon menjadi salah satu penyumbang pekerja migran terbesar di negara kita, yang telah tersebar di mancanegara,” tuturnya.
Di samping itu, Ma’ruf juga menjelaskan bahwasanya adanya program ini sebagai sarana perbaikan ekosistem pekerja migran yang lebih komprehensif untuk keberadaan pekerja migran.
“Muhammadiyah mendorong betul pengelolaan yang terintegrasi dari keberadaan pekerja migran ini, melalui SaranMu harapannya kita dapat memberikan pendampingan komprehensif untuk keberlangsungan Desa Migran Berkemajuan, perhatian yang kita berikan tidak hanya sebelum keberangkatan, namun juga ketika keberangkatan, serta purna migran. Langkah ini kami tempuh sebagai hajad untuk menyejahterakan masyarakat pekerja migran, baik dari sisi pekerja maupun keluarganya,” ucapnya.
Ma’ruf juga menambahkan bahwa program Desa Migran Berkemajuan bukan program eklusif yang hanya dinikmati oleh satu pihak, namun terbuka bagi seluruh umat yang memiliki keinginan untuk bekerja sama memperbaiki ekosistem pekerja migran lebih baik, baik dari sisi pemerintahan maupun instansi lainnya.
Peluncuran ini diikuti oleh 28 orang yang tergabung dalam keanggotaan SaranMu Desa Muara, dan dihadiri oleh perwakilan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Jawa Barat, PDM Cirebon, dan Pemerintah Desa Muara.
Penulis:Framanahadi