
MPM.OR.ID, CIREBON – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah melalui Sahabat Migran Berkemajuan Muhammadiyah (SARANMU) menuntaskan pelatihan hari kedua pada Jumat, (15/ 5/2026), di Saung SARANMU, Desa Muara, Cirebon. Pelatihan yang melibatkan 30 peserta ini mempertajam strategi pemasaran produk olahan ikan, setelah sebelumnya fokus pada aspek produksi.
Pengurus MPM PP Muhammadiyah Bidang Pemberdayaan Nelayan dan Masyarakat Pesisir, Ahmad Aditama membekali peserta dengan manajemen pemasaran, branding, penentuan harga, hingga digital marketing. Ahmad secara khusus mengajarkan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mendesain logo dan pamflet promosi secara mandiri.
“Kami ingin kelompok usaha di Desa Muara ini tidak hanya terampil memproduksi makanan yang sehat, tetapi juga cerdas secara digital dalam memasarkannya. Melalui pemanfaatan AI untuk membuat logo dan alat promosi, kelompok usaha dapat menghemat biaya operasional sekaligus menampilkan produk dengan kemasan yang jauh lebih profesional dan menarik di mata konsumen,” ujarnya.
Usai menyusun rencana tindak lanjut, MPM PP Muhammadiyah menyerahkan stimulan modal usaha secara simbolis kepada Kelompok Produksi Olahan Ikan Desa Migran Muara Cirebon dan Kelompok Produksi Olahan Krispi Desa Migran Muara Cirebon agar unit usaha mereka segera berjalan.
Koordinator Program, Muhammad Fajrus Shodiq, menegaskan bahwa agenda ini merupakan wujud dakwah ekonomi Muhammadiyah dalam membangun kemandirian umat, khususnya masyarakat pesisir.
“Fokus pertama adalah usaha dulu. Usahanya jalan, bisa produksi, bisa pemasaran, supply chain-nya jelas, dan manfaatnya benar-benar kembali untuk masyarakat,” pungkas Fajrus.