Telephon

0321783459

About Us

23+

Year Of Experience
About Us

Majelis Pemberdayaan Masyarakat

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temp or incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse.

Agenda pemberdayaan masyarakat dan umat secara
eksplisit telah tertuang dalam Tanfidz Keputusan Muktamar
Muhammadiyah ke-45 di Malang dan 46 di Yogyakarta.
Dalam rencana kerja tahapan jangka panjang dijelaskan pula
bahwa kebijakan program Pimpinan Pusat Muhammadiyah,
salah satunya, dititikberatkan pada peningkatan peran
Muhammadiyah dalam pemberdayaan umat dan bangsa
sebagai manifestasi dari peran Muhammadiyah dalam
pengembangan masyarakat madani di Indonesia.
Tercetusnya komitmen pemberdayaan sosial dan segenap
potensi masyarakat dan umat ini tidak terlepas dari tuntutan
yang dihadapi oleh Muhammadiyah untuk dapat berpihak
dan membela masyarakat di akar rumput dan komunitas
mustadh’afin dalam berbagai ruang lingkup dan variasinya.
Selama ini Muhammadiyah telah mengembangkan
aktivitasnya di bidang kesehatan dan pendidikan secara
baik. Ratusan rumah sakit maupun balai pengobatan mampu
8 Hasil Rakernas MPM PP Muhammadiyah 2016
dibangun Muhammadiyah di seluruh penjuru tanah air; ada
ribuan lembaga pendidikan yang dikelola Muhammadiyah,
mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi

Akan tetapi, sebagai sebuah gerakan sosial keagamaan,
Muhammadiyah nampaknya terlalu sedikit perhatiannya
terhadap upaya pembaharuan/perbaikan sosial (social
reform) dan lebih khusus lagi gerakan pemberdayaan
masyarakat (community empowerment). Padahal pendiri
Muhammadiyah, K.H. Ahmad Dahlan, secara operasional
maupun organisasional menempatkan sosial reform dan
community empowerment sebagai salah satu dari empat
bidang garap penting Muhammadiyah. Hal itu tercermin
dari pembentukan empat majelis ketika itu, yaitu Majaleis
Pengajaran, Majelis Tabligh, Majelis Pustaka, dan Majelis
Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO).
Menyadari itulah, maka setelah Muktamar Muhammadiyah
ke 44 di Jakarta, Muhammadiyah membentuk Lembaga Buruh
Tani dan Nelayan, untuk kemudian seteah Muktamar ke 45
dibentuk Majelis Pemberdayaan Masyarakat.
Kalau pada Muktamar ke 44 dan 45 program pemberdayaan
masih diselipkan di berbagai bidang lain, maka Mukatamar
ke 46, pemberdayaan masyarakat telah mejadi satu bagin
program tersendiri.
Dalam posisi sebagai bagian dari social reform, peran
Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) tidak lagi harus
berkutat dengan wacana dan pergulatan intelektualisme
semata-mata (wilayah idealisme), melainkan perlu
diejawantahkan di tingkat praksis sosial yang lebih nyata dan
Hasil Rakernas MPM PP Muhammadiyah 2016 9
lebih responsif terhadap kebutuhan-kebutuhan masyarakat
dan ummat.

Masyarakat
Penerima Manfaat

Getapak
80%
Bank Difabel
91%
EPC Works
60%
Utilizaion Rate
70%
24/7 We Are available

We Are Here For Your Help

Timeline

2000
Start Journey

Introduce New Technology

These cases are perfectly simple and easy to distinguish. In a free hour, is when all our power of choice.

Read More
2005
Reached

Reached 500 Projects Milestone

These cases are perfectly simple and easy to distinguish. In a free hour, is when all our power of choice.

Read More
2010
Opening Office

Open New Branch at Boston

These cases are perfectly simple and easy to distinguish. In a free hour, is when all our power of choice.

Read More
2019
Awards

Got Best Manufacturer Award 2019

These cases are perfectly simple and easy to distinguish. In a free hour, is when all our power of choice.

Read More