Temu Tani – Majelis Pemberdayaan Masyarakat https://mpm.or.id Sun, 03 Aug 2025 08:48:56 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.6.2 https://mpm.or.id/wp-content/uploads/2024/10/2nbMzXxqFN0tPUv9iW3ywSy7cPB.svg Temu Tani – Majelis Pemberdayaan Masyarakat https://mpm.or.id 32 32 MPM PP Muhammadiyah Dorong Pertanian Organik untuk Swasembada Pangan di Lampung https://mpm.or.id/mpm-pp-muhammadiyah-dorong-pertanian-organik-untuk-swasembada-pangan-di-lampung/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mpm-pp-muhammadiyah-dorong-pertanian-organik-untuk-swasembada-pangan-di-lampung https://mpm.or.id/mpm-pp-muhammadiyah-dorong-pertanian-organik-untuk-swasembada-pangan-di-lampung/#respond Sun, 03 Aug 2025 08:48:55 +0000 https://mpm.or.id/?p=3819
Temu Tani II yang Diselenggarakan oleh Jatam MPM PWM Lampung

Lampung – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah hadiri Temu Tani II yang digelar oleh Jatam Lampung. Kegiatan ini mengusung tema “Pertanian Organik: Prospek dan Tantangan dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional.” Acara yang berlangsung pada Sabtu (2/8) di Gedung Dekanat Fakultas Pertanian Universitas Lampung (UNILA) ini menjadi platform strategis untuk mempererat kolaborasi antara petani, akademisi, pemerintah, dan sektor swasta dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Ahmad Romadhoni, Wakil Ketua MPM PP Muhammadiyah, mengapresiasi inisiatif yang diambil oleh JATAM Lampung dan menekankan pentingnya kolaborasi antara semua pihak untuk mencapai tujuan bersama. “Temu Tani ini merupakan langkah nyata dalam menjaga jejaring antar petani, sekaligus sebagai sarana untuk saling berbagi pengetahuan dan mengidentifikasi peluang bisnis dalam sektor pertanian,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa tujuan Majelis Pemberdayaan Masyarakat adalah mengorganisir petani, mengatasi masalah kebijakan, anggaran, serta pasar yang kerap kali tidak bisa dikontrol oleh petani.

Eddy Waluyo, Ketua MPM PWM Lampung, dalam sambutannya menegaskan bahwa JATAM adalah wadah inklusif yang menerima petani dari berbagai latar belakang agama dan golongan. “Petani yang bergabung dengan JATAM tidak hanya dari Muhammadiyah, tetapi juga dari berbagai komunitas, termasuk NU, Hindu, Buddha, dan lainnya. Kami membuka ruang bagi siapa saja yang ingin berkontribusi untuk kemajuan masyarakat,” ungkapnya.

Kuswanta Futas Hidayat, Dekan Fakultas Pertanian UNILA, juga turut menyampaikan bahwa sektor pertanian memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas sosial, politik, dan ekonomi negara. “Swasembada pangan bukan hanya tugas pemerintah dan petani, tetapi melibatkan semua pihak, termasuk perguruan tinggi sebagai pusat ilmu pengetahuan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia,” tambahnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Mansur Hidayat selaku Wakil Ketua PWM Lampung, menekankan bahwa dakwah Muhammadiyah tidak hanya terbatas pada bidang keagamaan, tetapi juga melibatkan pemberdayaan sosial-ekonomi, terutama dalam sektor pertanian. “Dakwah Muhammadiyah merambah ke semua aspek kehidupan, termasuk pemberdayaan petani, untuk mengentaskan berbagai masalah yang dihadapi oleh mereka,” jelasnya.

Selanjutnya, acara ini diakhiri dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Bank Jakarta Syariah dan JATAM Lampung mengenai pemanfaatan layanan perbankan. Selain itu, kaos JATAM Lampung dengan corak tapis khas Lampung juga diluncurkan untuk digunakan dalam Jambore Nasional JATAM di Kebumen, Jawa Tengah.

Acara ini juga berlangsung atas kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, akademisi, serta mitra dan sponsor seperti Bank Jakarta Syariah, PT. BPRS Metro Madani, PT. Surya Tsabat Mandiri, PT. Advanta Seeds Indonesia, dan lainnya.

Penulis: Tri Priyo Saputro Editor: Iqbal

]]>
https://mpm.or.id/mpm-pp-muhammadiyah-dorong-pertanian-organik-untuk-swasembada-pangan-di-lampung/feed/ 0