MPM Ambil Peran Dalam Upaya Pemulihan Pasca Bencana di Sumatera

MPM.OR.ID, YOGYAKARTA – Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Pusat (MPM PP) Muhammadiyah tegaskan komitmennya dalam upaya nyata membantu pemulihan warga terdampak bencana banjir dan longsor yang terjadi di 3 wilayah terdampak yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Hal itu disampaikan secara langsung oleh Ketua MPM PP Muhammadiyah, Nurul Yamin, dalam wawancara bersama wartawan di agenda Refleksi Akhir Tahun dan Bedah Buku yang digelar di Aula Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yogyakarta.

Ia menegaskan, Muhammadiyah memiliki sistem penanganan bencana yang terintegrasi dan berkelanjutan yang dimulai dari fase tanggap darurat, rekonstruksi, rehabilitas hingga pemulihan ekonomi masyarakat terdampak. Sistem terintegrasi tersebut dinamakan One Muhammadiyah, One Response (OMOR), 

“Itulah bentuk partisipasi Muhammadiyah untuk menggerakkan seluruh potensinya, baik masjid maupun amal usaha, untuk  penggalangan dana dan misi-misi kemanusiaannya,” jelasnya saat ditemui pada Jumat, (19/12).

Saat ini, lanjut Yamin, Muhammadiyah telah berada di fase tanggap darurat dan rekonstruksi di mana relawan Muhammadiyah telah diterjunkan langsung sejak awal bencana terjadi. Maka sebagai bagian yang terintegrasi dengan OMOR, Yamin mengatakan bahwa MPM akan mengambil peran utama khususnya dalam upaya pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana (Recovery).

“Sekarang yang sedang berjalan adalah tanggap darurat dan rekonstruksi. Relawan-relawan Muhammadiyah sudah turun langsung ke lapangan. Setelah fase ini  berkurang, barulah masuk ke tahap recovery dan Materi pemberdayaan masyarakat akan masuk dalam recovery ekonomi. Itu menjadi fokus MPM setelah tanggap darurat dan rekonstruksi dilakukan,” tambah Yamin.

Sepak terjang MPM dalam pemulihan pascabencana, bukan merupakan hal yang baru. Dalam hal itu ia mencontohkan pendampingan yang telah dilakukan MPM pascabencana gempa di Cianjur, Jawa Barat yang hingga saat ini masih terus berlangsung.

“Di Cianjur misalnya, MPM turun melakukan pendampingan untuk recovery ekonomi dan sampai sekarang masih kita dampingi. Masyarakat yang sebelumnya terdampak bencana kini bisa kembali menjalankan aktivitas ekonomi,” ungkapnya.

Pemaparan yang disampaikan Yamin tersebut menegaskan bahwa penanganan bencana yang dilakukan Muhammadiyah bersifat berkelanjutan, bukan sekadar respons sesaat. 

Melalui ekosistem dan jaringan kuat yang dimiliki Muhammadiyah, dari pusat hingga ke daerah, Muhammadiyah membuktikan bahwa tata kelola kebencanaan telah dikelola secara optimal dan digunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan dan misi kemanusiaannya.

“Jadi ini bukan hit and run, tetapi dikawal dari awal sampai akhir. OMOR ini adalah sistem yang terkonsolidasi, dari pusat sampai wilayah dan daerah, sehingga respons Muhammadiyah terhadap bencana bisa berjalan efektif dan berkesinambungan,” pungkas Yamin.

Share the Post: