Berita Pilihan – Majelis Pemberdayaan Masyarakat https://mpm.or.id Sat, 16 May 2026 16:57:30 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.6.2 https://mpm.or.id/wp-content/uploads/2024/10/2nbMzXxqFN0tPUv9iW3ywSy7cPB.svg Berita Pilihan – Majelis Pemberdayaan Masyarakat https://mpm.or.id 32 32 Akselerasi Kemandirian Ekonomi, MPM PP Muhammadiyah Pertajam Strategi Pemasaran Keluarga Migran Cirebon https://mpm.or.id/akselerasi-kemandirian-ekonomi-mpm-pp-muhammadiyah-pertajam-strategi-pemasaran-keluarga-migran-cirebon/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=akselerasi-kemandirian-ekonomi-mpm-pp-muhammadiyah-pertajam-strategi-pemasaran-keluarga-migran-cirebon https://mpm.or.id/akselerasi-kemandirian-ekonomi-mpm-pp-muhammadiyah-pertajam-strategi-pemasaran-keluarga-migran-cirebon/#respond Sat, 16 May 2026 16:57:30 +0000 https://mpm.or.id/?p=4055
Penyampaian materi oleh narasumber dalam pelatihan kewirausahaan

MPM.OR.ID, CIREBON – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah melalui Sahabat Migran Berkemajuan Muhammadiyah (SARANMU) menuntaskan pelatihan hari kedua pada Jumat, (15/ 5/2026), di Saung SARANMU, Desa Muara, Cirebon. Pelatihan yang melibatkan 30 peserta ini mempertajam strategi pemasaran produk olahan ikan, setelah sebelumnya fokus pada aspek produksi.

Pengurus MPM PP Muhammadiyah Bidang Pemberdayaan Nelayan dan Masyarakat Pesisir, Ahmad Aditama membekali peserta dengan manajemen pemasaran, branding, penentuan harga, hingga digital marketing. Ahmad secara khusus mengajarkan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mendesain logo dan pamflet promosi secara mandiri.

“Kami ingin kelompok usaha di Desa Muara ini tidak hanya terampil memproduksi makanan yang sehat, tetapi juga cerdas secara digital dalam memasarkannya. Melalui pemanfaatan AI untuk membuat logo dan alat promosi, kelompok usaha dapat menghemat biaya operasional sekaligus menampilkan produk dengan kemasan yang jauh lebih profesional dan menarik di mata konsumen,” ujarnya.

Usai menyusun rencana tindak lanjut, MPM PP Muhammadiyah menyerahkan stimulan modal usaha secara simbolis kepada Kelompok Produksi Olahan Ikan Desa Migran Muara Cirebon dan Kelompok Produksi Olahan Krispi Desa Migran Muara Cirebon agar unit usaha mereka segera berjalan.

Koordinator Program, Muhammad Fajrus Shodiq, menegaskan bahwa agenda ini merupakan wujud dakwah ekonomi Muhammadiyah dalam membangun kemandirian umat, khususnya masyarakat pesisir.

“Fokus pertama adalah usaha dulu. Usahanya jalan, bisa produksi, bisa pemasaran, supply chain-nya jelas, dan manfaatnya benar-benar kembali untuk masyarakat,” pungkas Fajrus.

]]>
https://mpm.or.id/akselerasi-kemandirian-ekonomi-mpm-pp-muhammadiyah-pertajam-strategi-pemasaran-keluarga-migran-cirebon/feed/ 0
Membanggakan, Wakil Ketua MPM PP Muhammadiyah Ahmad Romadhoni Terpilih sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Malaysia https://mpm.or.id/membanggakan-wakil-ketua-mpm-pp-muhammadiyah-ahmad-romadhoni-terpilih-sebagai-atase-pendidikan-dan-kebudayaan-kbri-malaysia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=membanggakan-wakil-ketua-mpm-pp-muhammadiyah-ahmad-romadhoni-terpilih-sebagai-atase-pendidikan-dan-kebudayaan-kbri-malaysia https://mpm.or.id/membanggakan-wakil-ketua-mpm-pp-muhammadiyah-ahmad-romadhoni-terpilih-sebagai-atase-pendidikan-dan-kebudayaan-kbri-malaysia/#respond Sat, 25 Apr 2026 13:05:40 +0000 https://mpm.or.id/?p=4031
Pemberian Ucapan Selamat oleh Ketua MPM PP Muhammadiyah (kanan) kepada Ahmad Romadhoni (kiri)

MPM.OR.ID, YOGYAKARTA- Keluarga Besar Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar acara syukuran hangat pada Kamis (23/04) sebagai bentuk apresiasi atas amanah baru yang diterima oleh R. Ahmad Romadhoni Surya Putra. Wakil Ketua MPM PP Muhammadiyah Bidang Pertanian tersebut resmi ditugaskan menjadi Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) di KBRI Kuala Lumpur, Malaysia.

Bertempat di salah satu warung kopi di Jogja pada Kamis, (23/04) syukuran dihadiri oleh beberapa pengurus inti dalam rangka mengucapkan selamat atas amanah yang harus dijalankan oleh Doni. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua MPM PP Muhammadiyah, M Nurul Yamin. Yamin menyebutkan bahwa jabatan yang diberikan merupakan amanah yang harus dipikul oleh Doni sebagai kader diaspora Muhammadiyah di Malaysia.

“Kami mendukung penuh langkah kader yang berdiaspora untuk menyebarkan semangat dakwah Islam berkemajuan di level internasional. Ini sejalan dengan visi besar Muhammadiyah untuk hadir dan memberi manfaat di mana pun berada,” ujarnya.

Meski kini bertugas di luar negeri, Yamin menekankan bahwa kontribusi Doni di jajaran pimpinan MPM tidak akan terputus. Menariknya, Yamin menyelipkan pesan santai namun penuh makna mengenai kelanjutan komunikasi organisasi ke depan.

“Kalau biasanya kita rapat di Jogja, siapa tahu besok-besok kita bisa rapat sekali-kali di Malaysia,” tuturnya yang disambut gelak tawa pengurus.

Suasana penuh kekeluargaan menyelimuti acara syukuran tersebut, yang kemudian ditutup dengan ucapan terima kasih dari Doni. Ia memohon doa restu kepada seluruh rekan pengurus agar senantiasa diberikan kelancaran dan kemudahan dalam menjalankan tanggung jawab barunya di Kuala Lumpur.

Framanahadi

]]>
https://mpm.or.id/membanggakan-wakil-ketua-mpm-pp-muhammadiyah-ahmad-romadhoni-terpilih-sebagai-atase-pendidikan-dan-kebudayaan-kbri-malaysia/feed/ 0
PP Muhammadiyah bersama BPJS Ketanagakerjaan RI Jajaki Kerjasama Perlindungan Pekerja yang Inklusif https://mpm.or.id/pp-muhammadiyah-bersama-bpjs-ketanagakerjaan-ri-jajaki-kerjasama-perlindungan-pekerja-yang-inklusif/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pp-muhammadiyah-bersama-bpjs-ketanagakerjaan-ri-jajaki-kerjasama-perlindungan-pekerja-yang-inklusif https://mpm.or.id/pp-muhammadiyah-bersama-bpjs-ketanagakerjaan-ri-jajaki-kerjasama-perlindungan-pekerja-yang-inklusif/#respond Fri, 24 Apr 2026 13:42:53 +0000 https://mpm.or.id/?p=4027
Pendandatangan Nota Kesepahaman antara PP Muhammadiyah dengan BPJS Ketenagakerjaan RI di Aula Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yogyakarta pada Jumat (24/4)
Dokumentasi: Medkom PP Muhammadiyah

MPM.OR.ID, YOGYAKARTA – Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara resmi memperkuat komitmen kolaboratifnya dengan BPJS Ketenagakerjaan melalui penandatanganan kerja sama strategis yang mencakup program jaminan sosial, investasi, hingga pengembangan Catur Dharma Perguruan Tinggi. Momentum yang berlangsung di Aula Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yogyakarta pada Jumat (24/4) merupakan langkah nyata dalam menghadirkan sistem perlindungan tenaga kerja yang lebih inklusif, berkeadilan, dan sejalan dengan semangat dakwah berkemajuan.

Dalam amanatnya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa kesepakatan ini tidak boleh berhenti pada tataran seremonial atau formalitas administratif semata.

“Mengingat besarnya jumlah sumber daya manusia yang terlibat dalam berbagai lini gerakan dakwah Muhammadiyah, penting bagi kita untuk menindaklanjuti poin dalam nota kesepahaman supaya segera direalisasikan ke dalam program kerja nyata. Fokus utamanya adalah memastikan setiap tenaga kerja mendapatkan pelayanan yang optimal serta jaminan atas hak-hak dasar mereka secara berkelanjutan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Haedar menyoroti realitas kondisi sosial yang masih menjadi tantangan besar bagi masyarakat Indonesia, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok yang kian berat.

“Oleh karena itu, sinergi ini diarahkan untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan komprehensif bagi pekerja dari berbagai risiko kerja, tenaga kerja sangat perlu diperhatikan hidupnya secara layak” pungkasnya.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, memandang bahwa luasnya jejaring Muhammadiyah di seluruh pelosok tanah air merupakan kekuatan strategis untuk memperluas jangkauan perlindungan jaminan sosial. Kerjasama ini diharapkan mampu menyentuh berbagai sektor masyarakat yang lebih luas, sebagai bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan kemaslahatan bangsa yang rahmatan lil alamin.

Ke depannya, kolaborasi ini diproyeksikan tidak hanya akan memperkuat aspek jaminan sosial bagi tenaga kerja, tetapi juga mendorong integrasi pengembangan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi umat. Melalui langkah strategis ini, Muhammadiyah kembali menegaskan perannya sebagai pusat keunggulan yang terus memberikan kontribusi substantif dalam mendorong kemajuan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan umat secara menyeluruh.

]]>
https://mpm.or.id/pp-muhammadiyah-bersama-bpjs-ketanagakerjaan-ri-jajaki-kerjasama-perlindungan-pekerja-yang-inklusif/feed/ 0
MPM Pusat Dorong Konsolidasi Organisasi untuk Mewujudkan Amanah Muktamar 48 https://mpm.or.id/mpm-pusat-dorong-konsolidasi-organisasi-untuk-mewujudkan-amanah-muktamar-48/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mpm-pusat-dorong-konsolidasi-organisasi-untuk-mewujudkan-amanah-muktamar-48 https://mpm.or.id/mpm-pusat-dorong-konsolidasi-organisasi-untuk-mewujudkan-amanah-muktamar-48/#respond Mon, 08 Dec 2025 10:35:37 +0000 https://mpm.or.id/?p=3891


MPM.OR.ID, SURAKARTA – Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, M. Nurul Yamin dorong konsolidasi organisasi MPM wilayah untuk mewujudkan amanah Muktamar 48 di Surakarta.


Pesan itu disampaikan Yamin pada Sabtu (6/12) dalam Pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ke-2 MPM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah di Surakarta.


Yamin pada kesempatan itu menegaskan, konsolidasi MPM oleh wilayah ini khususnya untuk menjalankan salah satu dari delapan poin di Program Prioritas Muktamar 48, yakni memperkuat dan meningkatkan dakwah di akar rumput.


Program prioritas dakwah di akar rumput tersebut diidentifikasi oleh MPM salah satunya adalah sektor pertanian – sasaran dakwah adalah petani. Selain itu juga ada nelayan, serta kelompok rentan lain yang jadi prioritas MPM.


“Salah satu program strategisnya adalah bagaimana meningkatkan dan memperkuat akar rumput petani. Kita berharap petani jika dianalogikan sebagai akar rumput itu, rumputnya ada akarnya ada,” katanya.


Jika rumput nya ada tapi tidak ada akarnya, maka rumput itu mati. Maka dengan adanya akar tersebut, Yamin berharap rumput yang ada itu akan tumbuh. Tapi pada nyatanya, kerap kali ‘rumput’ itu tidak memiliki akar.


Setelah melakukan identifikasi, maka program MPM periode Muktamar 48 sampai 49 adalah untuk memperkuat basis kelompok tani. Program pemberdayaan kelompok tani tak hanya di sisi hulu, tapi juga tengah, sampai hilirnya.


Ketiga sisi yang disasar MPM tersebut, imbuhnya, dikarenakan persoalan yang dihadapi kelompok tani begitu kompleks. Persoalan dimulai dari sisi onfarm, pelembagaan, hingga serapan pasar produk pertanian.


“Di sinilah letak peran pentingnya berkolaborasi dan bersinergi dengan para pihak,” katanya.


Tak hanya konsolidasi organisasi, Yamin pada kesempatan ini juga mendorong konsolidasi Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) di setiap tingkat kepemimpinan. Konsolidasi ini diharapkan naikkan daya tawar kelompok tani sekaligus memperingan tantangan yang dihadapi.

]]>
https://mpm.or.id/mpm-pusat-dorong-konsolidasi-organisasi-untuk-mewujudkan-amanah-muktamar-48/feed/ 0
Mendekati Hari Pelaksanaan, Panitia Jamnas I JATAM Mengecek Lokasi Penyelenggaraan Kegiatan di Unimugo https://mpm.or.id/mendekati-hari-pelaksanaan-panitia-jamnas-i-jatam-mengecek-lokasi-penyelenggaraan-kegiatan-di-unimugo/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mendekati-hari-pelaksanaan-panitia-jamnas-i-jatam-mengecek-lokasi-penyelenggaraan-kegiatan-di-unimugo https://mpm.or.id/mendekati-hari-pelaksanaan-panitia-jamnas-i-jatam-mengecek-lokasi-penyelenggaraan-kegiatan-di-unimugo/#respond Thu, 28 Aug 2025 10:01:39 +0000 https://mpm.or.id/?p=3839
Kunjungan koordinasi perwakilan panitia Jamnas 1 Jatan yang diterima langsung oleh Rektor Unimugo

KEBUMEN – Perwakilan Panitia Jambore Nasional (Jamnas) 1 Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melakukan kunjungan koordinasi sekaligus pengecekan lokasi pelaksanaan Jamnas I JATAM di Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo) pada (28/8).
Sesuai dengan perencanaan, Jamnas 1 Jatam akan diselenggarakan pada 19 hingga 21 September 2025 di Kebumen. Mengangkat tema: “Daulat Pangan untuk Indonesia Berkemakmuran,” Jamnas ini menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi JATAM se-Indonesia yang menekankan isu ketahanan pangan di tanah air.
Kunjungan ini berfokus untuk memastikan kesiapan tempat, sarana, serta kelengkapan teknis lainnya yang akan digunakan pada gelaran Jambore Jatam mendatang. Kedatangan perwakilan panitia disambut hangat oleh Rektor Unimugo, Dr. Herniyatun, MKep., Sp. Mat. beserta panitia lokal.
“Kami haturkan terima kasih kepada MPM PP, yang sudah mengamanahkan kami sebagai tuan rumah kegiatan ini,” ucap Rektor Unimugo.
Unimugo menyambut baik kepercayaan yang diberikan. Pihaknya berkomitmen untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan ini sebaik mungkin.
Dalam koordinasi tersebut, panitia membahas berbagai hal penting terkait keberlangsungan kegiatan, termasuk ketersediaan tenda luar ruangan, aula, ruang pertemuan, fasilitas toilet, konsumsi, serta dukungan keamanan dan kesehatan. Selain itu, kunjungan ini juga meninjau langsung beberapa lokasi di kampus Unimugo yang akan menjadi pusat kegiatan.
Selanjutnya, Sekretaris MPM PP Muhammadiyah, Budi Nugroho menyampaikan Jamnas I JATAM adalah hajat besar petani Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Sekaligus juga menggembirakan warga Muhammadiyah akar rumput.
“Kedatangan kita kali ini untuk menyingkronkan berbagai agenda Jamnas JATAM ini, terlebih untuk acara pembukaan yang rencananya akan dihadiri lebih dari 1.000 peserta dan Jemaah atau penggembira,” kata Budi Nugroho, Sekretaris MPM PP Muhammadiyah.
Jambore JATAM yang pertama ini akan dihadiri oleh perwakilan petani dan kader Muhammadiyah dari seluruh Indonesia, acara ini menjadi momentum untuk memperkuat peran kader Muhammadiyah di tengah masyarakat.

]]>
https://mpm.or.id/mendekati-hari-pelaksanaan-panitia-jamnas-i-jatam-mengecek-lokasi-penyelenggaraan-kegiatan-di-unimugo/feed/ 0
Muhammadiyah Panen Raya Padi Sehat: Ikhtiar Mewujudkan Kedaulatan Pangan https://mpm.or.id/muhammadiyah-panen-raya-padi-sehat-ikhtiar-mewujudkan-kedaulatan-pangan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=muhammadiyah-panen-raya-padi-sehat-ikhtiar-mewujudkan-kedaulatan-pangan https://mpm.or.id/muhammadiyah-panen-raya-padi-sehat-ikhtiar-mewujudkan-kedaulatan-pangan/#respond Fri, 07 Feb 2025 09:17:51 +0000 https://mpm.or.id/?p=3704
Panen raya JATAM lebong, Bengkulu yang dipimpin langsung oleh Ketua MPM PP Muhammadiyah, M Nurul Yamin pada (5/2/2025)
Sumber: Media MPM

Lebong, Bengkulu – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan Panen Padi Sehat pada Rabu (5/2) di Kampung Jawa, Lebong, Bengkulu. Acara ini sekaligus memperteguh komitmen Muhammadiyah terus menggelorakan ikhtiar besar menghadirkan kedaulatan pangan.
Dengan pendampingan intensif dalam kesatuan ekosistem pemberdayaan, Alhamdulillah panen raya ini memberikan hasil yang menggembirakan. Demikian disampaikan Ketua MPM PP Muhammadiyah M. Nurul Yamin saat memberikan sambutan acara tersebut.

Pada sisi lain, panen raya ini menunjukkan keberhasilan Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Lebong Bengkulu dalam mengimplementasikan metode pertanian sehat berbasis Jajar Legowo 2:1 dan penggunaan pupuk organik yang dikembangkan oleh Jatam mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan.

Acara dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Dewan Pakar MPM PP, Syafii Latuconsina, Wakil Ketua Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Pusat, Wahyudi Nasution, serta jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bengkulu, PDM Lebong, TNI-Polri, dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Lebong, Bambang Agus Suprabudi. Selain itu, ratusan petani dan buruh tani turut serta dalam acara ini.

Komitmen Muhammadiyah dalam Pertanian Sehat

Lebih lanjut Yamin berharap agar momentum panen raya ini, bukan hanya menjadikan Lebong sebagai pusat produksi beras sehat, tetapi juga pusat pembelajaran pertanian di Bengkulu, selalu menjalin kolaborasi dengan para pihak.

“Saya mendorong MPM PDM dan Pengurus JATAM Kabupaten Lebong untuk terus berkolaborasi, baik dengan internal Persyarikatan Muhammadiyah maupun dengan pihak luar, termasuk Pemerintah Kabupaten Lebong,” ujarnya.

Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Lebong, Bambang Agus Suprabudi, juga memberikan apresiasi atas inisiatif Muhammadiyah dalam sektor pertanian. Ia menegaskan dukungannya untuk program ini dan siap berkoordinasi langsung dengan Bupati Terpilih Kabupaten Lebong guna memastikan kelancaran pelaksanaannya.

“Saya sangat mengapresiasi upaya Muhammadiyah dalam mendukung petani dan menjadikan Lebong sebagai pusat produksi beras sehat di Provinsi Bengkulu. InsyaAllah, kami akan terus mendukung dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk kelanjutan program ini,” tegas Bambang.

Inovasi Pertanian: Jajar Legowo 2:1 dan Jatam-Pro

Zulfahmi, pemilik lahan yang turut berpartisipasi dalam panen, berbagi pengalamannya mengenai keberhasilan penerapan sistem Jajar Legowo 2:1 dan Jatam-Pro dalam meningkatkan hasil panen. Ia mengungkapkan bahwa biasanya dengan sistem tegel hasil panen 6 ton per hektar, tetapi dengan penggunaan metode Jajar Legowo 2:1 dan Jatam-Pro bisa memberikan kenaikan hasil padi varietas Zizania hingga 11 ton per hektarnya, meningkat signifikan.

“Kami hanya menggunakan inovasi Jatam-Pro tanpa pupuk pestisida sama sekali. Alhamdulillah, beras kami jadi sehat dan bebas dari bahan kimia,” ujar Zulfahmi dengan penuh syukur.

Metode Jajar Legowo 2:1 memungkinkan jumlah tanaman mencapai 333.000 batang per hektar, dengan 10-12 anakan per rumpun, yang berkontribusi pada peningkatan produktivitas secara alami.
Demikian penjelasan Dewan Pakar MPM PP Muhammadiyah, Syafii Latuconsina.

Pelelangan Panen: Antusiasme Masyarakat

Dalam rangka merayakan keberhasilan panen, panitia juga menyelenggarakan pelelangan hasil padi yang mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan. Beberapa institusi dan tokoh langsung memesan beras sehat Muhammadiyah yang telah diberi merek BLASMU.

Keberhasilan panen ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pertanian sehat yang berfokus pada kemandirian petani dan ketahanan pangan nasional. Melalui pendampingan yang berkelanjutan dari Jama’ah Tani Muhammadiyah (JATAM), diharapkan semakin banyak petani yang beralih ke metode pertanian sehat atau organik yang lebih produktif dan ramah lingkungan.

Penulis: Iqbal KhatamiPenyunting: Framanahadi

]]>
https://mpm.or.id/muhammadiyah-panen-raya-padi-sehat-ikhtiar-mewujudkan-kedaulatan-pangan/feed/ 0
MPM Muhammadiyah Kuatkan Kaderisasi untuk Pemberdayaan Masyarakat di Kalimantan Timur https://mpm.or.id/mpm-muhammadiyah-kuatkan-kaderisasi-untuk-pemberdayaan-masyarakat-di-kalimantan-timur/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mpm-muhammadiyah-kuatkan-kaderisasi-untuk-pemberdayaan-masyarakat-di-kalimantan-timur https://mpm.or.id/mpm-muhammadiyah-kuatkan-kaderisasi-untuk-pemberdayaan-masyarakat-di-kalimantan-timur/#respond Sat, 25 Jan 2025 09:25:25 +0000 https://mpm.or.id/?p=3679
Foto Bersama pada Pembukaan Sekam Angkatan I MPM PWM Kalimatan Timur, Jumat, (24/1)
Sumber: Media MPM

Samarinda — Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur resmi membuka Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat (SEKAM) Angkatan I Tahun 2025 di Kampus Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), pada Jumat (24/01).

Kegiatan yang berlangsung sejak 24 hingga 26 Januari ini mengusung tema besar “Membentuk Kader Penggerak Ekosistem Pemberdayaan Masyarakat yang Berkemajuan.” Inisiatif ini merupakan langkah konkret Muhammadiyah dalam memperkuat kapasitas masyarakat melalui pendidikan kader yang memiliki komitmen dalam memberdayakan komunitasnya.

Dalam kesempatan ini, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas dalam sambutannya memberikan pesan penting tentang esensi pemberdayaan yang tidak hanya bergantung pada hasil material. “Pemberdayaan masyarakat harus dilakukan dengan keikhlasan, bukan semata-mata berorientasi pada hasil materi. Yakni tentang mengangkat derajat saudara-saudara kita yang masih terperosok di bawah garis kemiskinan,” ujarnya.

Menurutnya, kekuatan Muhammadiyah terletak pada sinergi antara dakwah lisan dan dakwah bil hal, yaitu pemberdayaan yang diwujudkan melalui tindakan nyata dan peran serta seluruh elemen masyarakat.

Sebagai penguatan terhadap visi pemberdayaan ini, Ketua MPM PP Muhammadiyah, M Nurul Yamin juga menekankan bahwa pemberdayaan yang efektif memerlukan komitmen jangka panjang. “Keberhasilan pemberdayaan tidak bisa dilihat dari hasil instan. Kami berfokus pada kebutuhan dasar masyarakat akar rumput—petani, peternak, nelayan, hingga difabel. Muhammadiyah hadir untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan mereka,” ungkapnya.

Menurut Yamin, Muhammadiyah berkomitmen pada misi rahmatan lil alamin, yang berfokus pada dakwah pemberdayaan, bukan hanya di bidang agama, tetapi juga pada bidang sosial ekonomi yang berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Rektor II UMKT, Suwoko, mengungkapkan keselarasan dan harapan besar atas sinergi yang terjalin antara UMKT dan berbagai pihak, termasuk pemerintah kota, dalam menggerakkan pemberdayaan masyarakat. “Universitas ini memiliki komitmen kuat untuk menjadi pilar dalam meningkatkan sumber daya manusia di Kalimantan Timur. Pembangunan rumah susun di Kampus 2 dan rencana pembukaan Fakultas Farmasi adalah langkah nyata dalam mendukung tujuan tersebut,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua PWM Kalimantan Timur, Siswanto menambahkan bahwa keberhasilan pemberdayaan hanya bisa tercapai jika semua pihak bersatu. “Perlu bersama-sama untuk mendukung kader-kader Muhammadiyah dalam berkontribusi di sektor-sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi,” ungkap Siswanto.

Program SEKAM ini diikuti oleh 62 peserta yang berasal dari 9 Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Kalimantan Timur. Para peserta akan mengikuti pelatihan dalam bentuk materi kelas selama dua hari penuh. Setelah itu, mereka akan turun langsung ke lapangan untuk menganalisis dan mencari solusi atas kebutuhan masyarakat marginal. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam membentuk ekosistem pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Penulis: Iqbal Khatami. Penyunting: Framanahadi

]]>
https://mpm.or.id/mpm-muhammadiyah-kuatkan-kaderisasi-untuk-pemberdayaan-masyarakat-di-kalimantan-timur/feed/ 0
JATAM Difabel Bejen Dampingan MPM Muhammadiyah Bagikan Kisah Sukses Peternakan Ayam Petelur Inklusif https://mpm.or.id/jatam-difabel-bejen-dampingan-mpm-muhammadiyah-bagikan-kisah-sukses-peternakan-ayam-petelur-inklusif/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jatam-difabel-bejen-dampingan-mpm-muhammadiyah-bagikan-kisah-sukses-peternakan-ayam-petelur-inklusif https://mpm.or.id/jatam-difabel-bejen-dampingan-mpm-muhammadiyah-bagikan-kisah-sukses-peternakan-ayam-petelur-inklusif/#respond Sat, 14 Dec 2024 10:55:28 +0000 https://mpm.or.id/?p=3619
Suasana acara Sarasehan Temu UMKM di Hotel Neo, Semarang, pada 12 Desember 2024, saat Arya Khoirul Humam memaparkan materi tentang beternak ayam fungsional.

Sleman – Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Difabel Bejen, kelompok binaan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, berbagi kisah inspiratif dalam mengembangkan usaha peternakan ayam petelur inklusif yang berkelanjutan. Mereka memaparkan perjalanan sukses tersebut dalam acara Sarasehan UMKM bertema “Kaji Terap Ternak Ayam Petelur Skala UMKM se-Jawa Tengah,” yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan UMKM PP Muhammadiyah bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Kamis (12/12/2024), di Hotel NEO Semarang. Acara ini dihadiri oleh pelaku UMKM dari seluruh Jawa Tengah serta mahasiswa Agribisnis Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS).

Acara dimulai dengan sambutan dari Khafid Sirotudin, Ketua Lembaga Pengembangan UMKM PWM Jawa Tengah, yang mengungkapkan pentingnya peran UMKM dalam memberdayakan ekonomi masyarakat. Berdasarkan data BPS 2023, Jawa Tengah mencatatkan jumlah UMKM terbesar kedua di Indonesia, dengan total mencapai 1,456 juta unit. Potensi besar ini, menurut Khafid, dapat dimanfaatkan Muhammadiyah untuk memperluas dakwah melalui pemberdayaan ekonomi.

“Acara ini merupakan langkah awal yang penting untuk mengorganisasi UMKM, sekaligus membuka ruang bagi Muhammadiyah untuk memperkuat perannya dalam memberdayakan masyarakat melalui sektor ekonomi,” ujarnya.

Mengutamakan Kesejahteraan Bersama dalam Usaha Inklusif

Arya Khoirul Hammam, Koordinator Program JATAM Difabel Bejen sekaligus Anggota MPM PP Muhammadiyah, menyampaikan bahwa keberlanjutan usaha tidak hanya diukur dari keuntungan finansial, tetapi juga dari nilai-nilai yang mendasari kesejahteraan bagi semua pihak, termasuk hewan ternak.

“Berbisnis bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga tentang nilai. Kami berkomitmen untuk mengutamakan kesejahteraan peternak dan hewan, karena keduanya menjadi kunci untuk usaha yang berkelanjutan,” jelas Arya.

Ia juga menambahkan bahwa dalam upaya meningkatkan kualitas usaha, JATAM Difabel Bejen fokus pada pemberian pakan bernutrisi dan pengelolaan kandang dengan sistem free range. Hasil riset selama tujuh tahun membuktikan bahwa penerapan pakan berkualitas dan sistem free range berpengaruh besar terhadap kualitas telur yang dihasilkan, yang tidak hanya bergizi tinggi, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan manusia.

“Pakan ayam menjadi faktor utama dalam menghasilkan telur bernutrisi tinggi. Setelah riset selama tujuh tahun, kami berhasil menemukan bahwa pakan berkualitas serta sistem kandang free range memiliki dampak positif terhadap kualitas gizi telur. Bahkan, kami bangga JATAM Difabel menjadi kelompok peternak inklusif pertama di dunia yang memperoleh sertifikasi produk dari Human Care Animal Farm (HCAF),” tambahnya.

Eko Suwito, Ketua Jamaah Tani Muhammadiyah Difabel Bejen, menceritakan bahwa terbentuknya komunitas peternakan ini berawal dari masa sulit pandemi COVID-19. Kondisi yang penuh tantangan ini mendorong MPM Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk menciptakan solusi inovatif dengan membangun peternakan ayam fungsional yang berfokus pada pemberdayaan difabel. Ide ini terinspirasi dari konsep Ayam Petelur Bahagia milik Prof. Ali, yang kemudian diadaptasi di peternakan Difabel Bejen.

“Sejak tahun 2022, MPM PP Muhammadiyah terus mendampingi kami tanpa lelah, memastikan kami tetap berkembang dan menjaga keberlanjutan usaha peternakan ayam ini. Kami sangat berterima kasih atas bimbingan dan dukungan yang telah diberikan sejak awal,” ujar Eko.

Eko juga mengungkapkan pentingnya peran MPM dalam setiap langkah mereka. Dukungan yang konsisten dari MPM PP Muhammadiyah telah memastikan peternakan ayam ini berkembang dengan baik. “Dukungan MPM sangat berharga dalam membantu kami membangun peternakan ayam fungsional yang kini sudah berjalan dengan sukses. Bimbingan dan arahan mereka memastikan kami dapat menghadapi setiap tantangan dan meraih keberhasilan,” tambah Eko.

Dengan tujuan jangka panjang untuk menciptakan usaha peternakan yang inklusif dan berkelanjutan, JATAM Difabel Bejen menjadi contoh sukses pemberdayaan masyarakat difabel melalui sektor peternakan. Usaha ini tidak hanya memberi dampak positif bagi peternak, tetapi juga memberikan kontribusi penting terhadap kesehatan masyarakat dengan menyediakan produk telur yang bernutrisi tinggi.

Melalui acara ini, JATAM Difabel Bejen menunjukkan bahwa keberhasilan dalam usaha peternakan tidak hanya bergantung pada aspek teknis dan finansial, tetapi juga pada nilai-nilai sosial yang mengedepankan kesejahteraan bersama. Sebagai pionir dalam peternakan inklusif, JATAM Difabel Bejen memberikan inspirasi bagi masyarakat luas bahwa dengan komitmen, inovasi, dan dukungan yang tepat, usaha berkelanjutan dapat tercapai, meskipun dengan tantangan yang besar.

]]>
https://mpm.or.id/jatam-difabel-bejen-dampingan-mpm-muhammadiyah-bagikan-kisah-sukses-peternakan-ayam-petelur-inklusif/feed/ 0
Semarak Milad Muhammadiyah, MPM PP Gelar Tanam Raya 4000 Bibit Pisang Cavendish di Sragen https://mpm.or.id/semarak-milad-muhammadiyah-mpm-pp-gelar-tanam-raya-4000-bibit-pisang-cavendish-di-sragen/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=semarak-milad-muhammadiyah-mpm-pp-gelar-tanam-raya-4000-bibit-pisang-cavendish-di-sragen https://mpm.or.id/semarak-milad-muhammadiyah-mpm-pp-gelar-tanam-raya-4000-bibit-pisang-cavendish-di-sragen/#respond Sun, 01 Dec 2024 02:40:38 +0000 https://mpm.or.id/?p=3583
Penanaman Bibit Pisang Cavendish Simbolik oleh Pimpinan MPM PP Muhammadiyah (Sumber : Dok. MPM PP Muhammadiyah)

Sragen – Dalam rangka memperingati Milad ke-112 Muhammadiyah dan menyongsong Tanwir Muhammadiyah 2024, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melaksanakan kegiatan penanaman massal 4000 bibit pisang Cavendish di lahan seluas 5 hektar yang berlokasi di Sragen, Jawa Tengah pada Sabtu (30/11). Kegiatan ini menggandeng Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Sragen dan menjadi bagian dari upaya strategis untuk menggerakkan kedaulatan pangan di tingkat akar rumput.

Kegiatan dimulai dengan prosesi penanaman bibit pisang Cavendish yang secara simbolis diberikan oleh MPM PP Muhammadiyah kepada JATAM Sragen. Acara ini juga dihadiri oleh berbagai pihak penting, di antaranya Ketua MPM PP Muhammadiyah, Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Ketua JATAM Pusat, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sragen, serta perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Sragen.

Ketua MPM PP Muhammadiyah, M Nurul Yamin, dalam sambutannya menyampaikan, “Ini adalah kolaborasi luar biasa. Kami berharap Muhammadiyah bisa menjadi pelopor dalam jihad kedaulatan pangan melalui sektor pertanian. Selain itu, kami ingin menggandeng berbagai mitra untuk memajukan sektor ini demi kesejahteraan Bersama,” terang Yamin.

Beranjak dari area lahan pisang, acara berlanjut ke Rumah Produksi “GedangMu” JATAM Sragen guna meresmikan mesin teknologi Ripening Pisang Cavendish. Mesin ini akan membantu proses pematangan pisang secara efisien dan meningkatkan kualitas produksi.

Yamin menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan, organisasi Muhammadiyah, serta sektor pertanian dalam menggerakkan ketahanan pangan. “Sinergi program ini sangat padu, berawal dengan inisiasi pihak sekolah Trensains, terhitung telah menebarkan 23 ribu bibit yang tersebar di Sragen, melalui sinergi yang melibatkan 100 orang anggota JATAM yang aktif dalam penggerakan kedaulatan pangan di wilayah ini,” lanjut Yamin.

Yamin juga menambahkan bahwa sudah saatnya Muhammadiyah menggerakkan dakwah persyarikatan melalui sektor pertanian, tidak tertutup kemungkinan kita akan menggait banyak mitra untuk menyukseskan Jihad pangan ini,

Komitmen Muhammadiyah dan Sinergi dengan Pemerintah

Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Sofyan Anif, yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta, menegaskan komitmen Muhammadiyah untuk memperluas pasar Pisang Cavendish. Ia mengatakan, “Ini adalah langkah strategis untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. Kami ingin memastikan bahwa keberhasilan ini tidak hanya dirasakan oleh Muhammadiyah, tetapi juga oleh masyarakat luas.”

Sofyan juga mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sedang menyiapkan tim ahli untuk mendukung program makan bergizi dari pemerintah, yang salah satunya berfokus pada pencegahan stunting. “Kami di UMS juga saat ini diminta untuk menyiapkan ahli gizi, dengan berbagai sumbangsih kita, Pisang Cavendish ini bisa mewarnai bangsa ini dengan potensinya, salah satunya untuk program makan gratis, bisa mencegah stunting, ibu hamil diberi makan yang Bergizi untuk pencegahan ini, ”ujar Sofyan.

Pihak DKP3 Kabupaten Sragen juga menyambut baik Langkah ini. menanggapi bahwa pihaknya sangat membuka tangan untuk sinergi lebih luas dalam rangka pengembangan Cavendish.

“Dana dari Kementrian Desa akan kita maksimalkan 20 persennya untuk ketahanan pangan, Kita kolaborasikan dan kita sinergikan dengan kelompok PPL tani kita (pemerintah), karena pisang Cavendish ini untuk masyrakat luas kami izin untuk membawa narasi ini ke dinas, akan kami bantu untuk sosialisasikan ke pihak kami,” ujarnya.

Sementara itu, Ali Rosiyidhi, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sragen, menegaskan komitmen kuat Muhammadiyah dalam mendukung gerakan kedaulatan pangan. “Muhammadiyah harus menjadi pelopor dalam jihad kedaulatan pangan. Kami bertekad untuk mendorong cabang dan ranting untuk swasembada pisang, dengan harapan tidak ada tanah yang dibiarkan kosong. Setiap jengkal tanah harus ditanami pisang sebagai kontribusi nyata bagi ketahanan pangan,” ujar Ali.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari visi besar Muhammadiyah dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan mengedepankan prinsip gotong royong, sinergi antara Muhammadiyah, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan gerakan ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas, serta berperan dalam mengatasi masalah ketahanan pangan dan gizi di Indonesia

Penulis: Framanahadi | Penyunting: Muhammad Iqbal Khatami

]]>
https://mpm.or.id/semarak-milad-muhammadiyah-mpm-pp-gelar-tanam-raya-4000-bibit-pisang-cavendish-di-sragen/feed/ 0
Perkuat Kemitraan, MPM PP Muhammadiyah Gelar Coaching Clinic Penyusunan Proposal Pemberdayaan https://mpm.or.id/perkuat-kemitraan-mpm-pp-muhammadiyah-gelar-coaching-clinic-penyusunan-proposal-pemberdayaan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=perkuat-kemitraan-mpm-pp-muhammadiyah-gelar-coaching-clinic-penyusunan-proposal-pemberdayaan https://mpm.or.id/perkuat-kemitraan-mpm-pp-muhammadiyah-gelar-coaching-clinic-penyusunan-proposal-pemberdayaan/#respond Sat, 02 Nov 2024 07:54:38 +0000 https://mpm.or.id/?p=3168
Foto Bersama Peserta Pelatihan Klinik Proposal MPM PP Muhammadiyah, Sabtu, (2/11)

Yogyakarta- Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengadakan pelatihan bertajuk “Coaching Clinic Proposal Pemberdayaan Masyarakat” yang berlangsung selama dua hari yakni pada Sabtu hingga Minggu, 2-3 November 2024, di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah, Yogyakarta.

Acara ini diikuti oleh sebanyak 25 Peserta yang terdiri dari perwakilan pengurus MPM wilayah se-Pulau Jawa dan Lampung, juga para fasilitator MPM PP Muhammadiyah. Para peserta akan dilatih mengenai penyusunan proposal pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas kerja sama dengan berbagai mitra.

Sekretaris MPM PP Muhammadiyah, Budi Nugroho menyampaikan bahwa pelatihan ini adalah langkah awal bagi MPM untuk lebih intensif terjun dalam pemberdayaan masyarakat. “Pelatihan ini diadakan untuk pengurus dan fasilitator, agar nantinya kita dapat bersama-samamenggerakkan wilayahnya masing-masing dengan lebih baik,” ujarnya dalam sambutannya di Pembukaan Coaching Clinic Proposal pada Sabtu (2/11).

Budi juga menguraikan visi, misi, serta sasaran strategis MPM PP Muhammadiyah. Ia menekankan pentingnya pemberdayaan sebagai bagian dari kesalehan sosial yang harus diwujudkan melalui aksi nyata. “Hakikat kesalehan sosial dan profetik menjadi penting yakni sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat,” tegas Budi.

Ia menambahkan, MPM Muhammadiyah berfokus pada masyarakat miskin kota, petani, nelayan, buruh, difabel, serta komunitas di daerah terpencil, termasuk wilayah 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal), sebagai upaya merealisasikan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Perwakilan Panitia Pelaksana, Iqbal Khatami, dalam pengantarnyan juga menjelaskan tujuan pelatihan ini adalah membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam menyusun proposal yang efektif dan strategis. “Proposal adalah kunci untuk membuka kerja sama dengan mitra. Pelatihan ini memberikan pemahaman struktural dan taktis agar proposal dapat diterima oleh berbagai pihak yang memiliki visi serupa,” kata Iqbal.

Pelatihan ini diisi dengan berbagai materi penting, seperti strategi menjalin kemitraan, format proposal yang baik, sesi diskusi panel, serta praktik langsung penulisan proposal. Peserta diajak untuk memahami bagaimana menyusun proposal yang bukan hanya memenuhi standar profesional, tetapi juga mampu menarik dukungan dari pemerintah, lembaga donor, dan organisasi lain yang memiliki tujuan pemberdayaan serupa.

Iqbal juga menambahkan bahwa setelah pelatihan selesai, akan ada sesi monitoring dan evaluasi dua minggu berikutnya. “Kami akan melakukan monitoring dua minggu setelah pelatihan, untuk menilai perkembangan dan efektivitas pelatihan ini berdasar proposal yang telah disusun dan rencana penyebarluasan,” ujarnya.

MPM PP Muhammadiyah berharap, dengan adanya Coaching Clinic Proposal ini, para pengurus dan fasilitator dapat menyusun proposal yang lebih berkualitas, sehingga mampu menarik lebih banyak dukungan demi tercapainya kesejahteraan masyarakat. “Melalui proposal yang baik dan kerja sama yang solid dengan mitra, kita dapat memperluas dampak pemberdayaan bagi masyarakat,” pungkas Budi Nugroho.

Dengan demikian, Coaching Clinic ini menjadi langkah strategis bagi MPM PP Muhammadiyah untuk terus mendorong kesalehan sosial dan kolaborasi lintas sektor, demi membangun masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera.

Penulis: Framanahadi Penyunting: Iqbal Khatami

]]>
https://mpm.or.id/perkuat-kemitraan-mpm-pp-muhammadiyah-gelar-coaching-clinic-penyusunan-proposal-pemberdayaan/feed/ 0